Raja Narkoba Meksiko Ingin Perkuat Tim Nasional

Raja Narkoba Meksiko Ingin Perkuat Tim Nasional

Departemen Keuangan A.S. menunjuk kapten tim nasional Meksiko Rafa Marquez sebagai salah satu pucuk pimpinan gembong kartel narkoba pada awal musim panas yang lalu. Akibatnya dari tuduhan departemen yang menangani peredaran narkoba di Amerika Serikat tersebut membuat Marquez harus di cekal dan tidak bisa melakuakn perjalanan keluar negri, belum lagi banyak aset yang dimilikinya di bekukan.

Namun, Marquez mengatakan dia masih berharap bisa memperkuat skuad Meksiko untuk Piala Dunia, namun demikian dirinya juga sadar bahwa hal itu mungkin tidak mungkin terjadi.

Pada bulan-bulan berikutnya, ototritas penyelenggara liga MX telah memperbolehkan dirinya untuk kembali bermain liga bersama tim Atlas. Tapi Marquez, yang akan berusia 39 tahun awal pekan ini, masih tidak dapat melakukan perjalanan ke Amerika Serikat dan kemungkinan tidak dapat pergi ke negara lain karena tuduhan tersebut.

“Ya, saya masih melihat diri saya bermain dengan tim nasional,” kata Marquez kepada ESPN Mexico. “Ini juga penting bagi karir saya, tapi saya juga tidak berpegang pada harapan akan apa yang mungkin terjadi. Saya tahu situasi sekarang dan saya akan terus menikmati olahraga yang luar biasa ini. ”

Mantan pemain Red Bull New York adalah satu-satunya pemain yang memakai ban kapten di empat Piala Dunia, dan apabila dirinya bisa memperkuat Meksiko di Rusia nanti dirinya akan disejajarkan dengan Lothar Matthaus dengan catatan rekor pemain lapangan yang tampil di lima Piala Dunia sebagai kapten.

Manajer Meksiko Juan Carlos Osorio telah membiarkan pintu terbuka untuk kembali, tapi kalaupun situasi hukum Marquez harus dijaga, sulit baginya untuk bisa memperkuat skuad Meksiko di final piala dunia 2018.

Menurut OFAC, kelompok kartel Flores Hernandez “sangat bergantung pada sekelompok pebisnis” untuk melanjutkan kegiatan perdagangan obat bius dan pencucian uang dan untuk menjaga aset atas namanya. “Diantaranya adalah Márquez dan penyanyi Meksiko Julio Alvarez. OFAC menuduh, mereka memiliki hubungan jangka panjang dengan Flores Hernandez, dan telah bertindak sebagai orang terdepan untuk dia dan organisasi perdagangan narkoba dan memiliki aset atas nama mereka.” Márquez dan Alvarez diduga telah menjadi tameng untuk bisnis obat-obatan terlarang Flores Hernandez, dengan mengalbui pemerintah bertindak sebagai pemilik dana investasi yang sebenarnya didanai dari transaksi bisnis narkoba.

Márquez telah menolak tuduhan OFAC sama sekali tidak benar. Dalam sebuah pernyataan, Márquez mengatakan bahwa dia “secara keras” menolak memiliki “hubungan apa pun dengan raja obat bius Meksiko itu dan dirinya akan berusaha untuk menghapus semua tuduhan ini. “